Sapardi Djoko Damono, penyair Indonesia angkatan 1970-an. Puisi Yang Fana Adalah Waktu Sapardi Djoko Damono. TRIBUNJATENG.COM - Puisi Yang Fana Adalah Waktu Sapardi Djoko Damono: Yang Fana Adalah Waktu. Yang fana adalah waktu. Kita abadi memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga. sampai pada suatu hari. kita lupa untuk apa. Tema yang diambil dalam puisi ini adalah waktu. Manusia seringkali merasa dirinya bisa menaklukan apa saja dan membuang waktunya demi sesuatu yang fana. Sampai ketika waktu menunjukkan keabadiannya, manusia baru tersadar akan kesombongannya dalam menggunakan waktu. Puisi Yang Fana adalah Waktu karya Sapardi Djoko Damono Suaramu Untuk Indonesia 2024 Sudah siap memilih? Tilik lebih jauh tentang para pengisi surat suaramu! Klik di Sini Tentukan Pilihanmu 73 hari menuju Pemilu 2024 Temui Nelayan di Tangerang, Anies: Berangkat-Pulang Kena Pajak, Kapan Bisa Makmur? Kritik yang Ingin Disampaikan dalam Puisi "Yang Fana Adalah Waktu". Apa itu puisi? Puisi adalah karya sastra yang memiliki aspek dan unsur yang membangun puisi. Pradopo (2010:13) mengatakan bahwa puisi sebagai karya sastra seni puitis, kata puitis sudah mengandung nilai keindahan yang khusus untuk puisi. Sifat puitis dari karya sastra Puisi tersebut menceritakan mengenai bagaimana penantian seseorang terhadap orang yang dicintainya. Baca juga: Sapardi Djoko Damono dalam Kenangan Mahasiswa dan Asisten Dosen, Guru yang Berwawasan Luas. Ia dengan sabar menunggunya tanpa lelah dan tetap tabah yang berujung sebuah balasan manis atas perjuangannya tersebut. Yang Fana adalah Waktu Makna Puisi "Yang Fana adalah Waktu" menyiratkan beberapa pesan. Sapardi mecoba mengingatkan sesama, betapa pentingnya waktu yang dimiliki di dunia. Apalagi dalam momen pergantian tahun ini, kesempatan yang diberikan Tuhan harus terus bisa menikmatinya dengan tetap hidup, mensyukuri setiap ciptaan-Nya, dan memanfaatkan dengan baik. Pingkan ingin hidup di luar waktu karena yang fana adalah waktu, kita abadi. kasih sayang dan cinta tidak berumur dan menua oleh waktu, seperti hujan yang deras dan mengguyur lautan tapi air entah pergi kemana air itu tetap ada cinta itu tetap ada walaupun Pingkan merasa tidak di cinta, memesan rasa rasa (Cinta) yang asing itu. di restoran itu 6JPGA.